Lonjakan Kendaraan Imlek 2026, Jasa Marga Catat Peningkatan Signifikan

Rabu, 18 Februari 2026 | 09:09:50 WIB
Lonjakan Kendaraan Imlek 2026, Jasa Marga Catat Peningkatan Signifikan

JAKARTA - Momentum libur Tahun Baru Imlek 2026 kembali memicu peningkatan mobilitas masyarakat dari dan menuju wilayah Jabotabek. 

Arus kendaraan yang melintas di sejumlah gerbang tol utama menunjukkan tren kenaikan cukup tajam dibandingkan kondisi normal. Situasi ini tergambar dari catatan resmi PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang memantau pergerakan lalu lintas selama periode H-4 hingga H-1 perayaan Imlek tahun ini.

Dalam kurun waktu tersebut, ratusan ribu kendaraan tercatat meninggalkan kawasan Jabotabek melalui empat gerbang tol (GT) utama. Data ini menjadi indikator kuat bahwa tradisi bepergian saat libur panjang tetap menjadi pilihan masyarakat, baik untuk pulang kampung, berwisata, maupun bersilaturahmi dengan keluarga.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa total kendaraan yang keluar dari Jabotabek mencapai 685.413 unit. 

Angka tersebut dihimpun dari kendaraan yang melintas di GT Cikupa (arah Merak), GT Ciawi (arah Puncak), GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), serta GT Kalihurip Utama (arah Bandung).

“Sebanyak 685.413 kendaraan telah meninggalkan Jabotabek pada H-4 s.d H-1 Libur Tahun Baru Imlek 2026. Angka ini naik 15,32 persen dari lalu lintas normal,” ujar Rivan dalam keterangan resminya, dikutip Rabu, 18 Februari 2026.

Distribusi Kendaraan ke Tiga Arah Utama

Berdasarkan rincian data, arus kendaraan terbagi ke tiga arah utama perjalanan. Mayoritas kendaraan bergerak ke arah Timur, meliputi jalur Trans Jawa dan Bandung. Tercatat sebanyak 322.277 kendaraan atau setara 47,0 persen dari total volume meninggalkan Jabotabek menuju kawasan tersebut.

Sementara itu, arah Barat menuju Merak dilalui oleh 192.713 kendaraan atau 28,1 persen dari total lalu lintas. Adapun kendaraan yang mengarah ke Selatan menuju kawasan Puncak mencapai 170.423 unit atau sekitar 24,9 persen.

Untuk arah Timur, lalu lintas menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama tercatat sebanyak 149.663 kendaraan atau naik 27,81 persen dari normal. Sementara menuju Bandung melalui GT Kalihurip Utama sebanyak 172.614 kendaraan atau meningkat 28,14 persen.

“Total lalu lintas meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 322.277 kendaraan, naik sebesar 27,98 persen dari lalu lintas normal,” jelasnya.

Data tersebut memperlihatkan bahwa jalur menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bandung masih menjadi destinasi favorit masyarakat saat libur panjang. Kenaikan signifikan di kedua gerbang tol arah Timur menunjukkan tingginya minat perjalanan jarak menengah hingga jauh.

Pergerakan ke Arah Barat dan Selatan

Berbeda dengan lonjakan besar ke arah Timur, arus kendaraan menuju Merak melalui GT Cikupa tercatat 192.713 kendaraan atau lebih rendah 0,08 persen dari lalu lintas normal. 

Meski tidak mengalami kenaikan signifikan, jalur ini tetap menjadi salah satu rute penting, terutama bagi masyarakat yang hendak menyeberang ke Sumatera.

Sementara itu, arus kendaraan menuju kawasan Puncak melalui GT Ciawi mencapai 170.423 kendaraan atau naik 13,87 persen dibandingkan kondisi normal. Kenaikan ini menunjukkan bahwa destinasi wisata pegunungan masih menjadi pilihan favorit untuk libur singkat Imlek.

Peningkatan di jalur Puncak juga kerap berkorelasi dengan kepadatan di titik-titik wisata, sehingga diperlukan pengaturan lalu lintas tambahan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.

Lonjakan pada H-1 Imlek 2026

Tak hanya pada periode H-4 hingga H-2, peningkatan volume kendaraan juga masih terjadi pada H-1 libur Tahun Baru Imlek 2026 atau tepatnya 16 Februari 2026. Pada hari tersebut, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek melalui empat GT utama tetap menunjukkan tren kenaikan.

“Pada H-1, lalu lintas meninggalkan Jabotabek di empat GT utama tercatat sebanyak 148.232 kendaraan atau meningkat 13,47 persen dari lalu lintas normal,” katanya.

Angka ini memperlihatkan bahwa sebagian masyarakat memilih bepergian mendekati hari perayaan, kemungkinan untuk mempersingkat waktu perjalanan atau menyesuaikan jadwal kerja.

Arus Balik dan Prediksi Peningkatan

Selain arus keluar, PT Jasa Marga (Persero) Tbk juga mencatat adanya peningkatan signifikan pada arus kendaraan yang kembali ke Jabotabek dalam periode yang sama.

“Sementara itu, untuk kendaraan yang kembali ke Jabotabek, kami juga melihat adanya peningkatan jumlah kendaraan. Total sebanyak 165.041 kendaraan telah kembali ke Jabotabek melalui empat GT utama di periode yang sama. Total volume lalu lintas kembali ke Jabotabek ini naik 27,25 persen jika dibandingkan lalu lintas normal,” ujar Rivan.

Lonjakan arus balik ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat memilih kembali lebih awal sebelum puncak kepadatan terjadi. Meski demikian, potensi peningkatan volume kendaraan masih diperkirakan berlanjut.

Ia memprediksi arus balik ke Jabotabek pada Selasa, 17 Februari 2026, masih mengalami peningkatan.

“Kami memprediksi lalu lintas kembali ke wilayah Jabotabek pada Selasa, 17 Februari 2026 sebanyak 173 ribu kendaraan, meningkat 33,0 persen dibanding lalu lintas normal,” tuturnya.

Prediksi tersebut menjadi perhatian penting bagi pengguna jalan tol agar dapat mengantisipasi waktu tempuh dan potensi kepadatan di sejumlah titik.

Karena itu, Rivan mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan cermat serta menghindari waktu dan titik rawan kepadatan.

“Manfaatkan informasi lalu lintas terkini yang telah disediakan secara real time termasuk melalui aplikasi Travoy,” katanya.

Dengan adanya data dan proyeksi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menentukan waktu keberangkatan maupun kepulangan selama periode libur panjang. 

Lonjakan mobilitas saat Imlek 2026 menjadi gambaran nyata tingginya dinamika pergerakan masyarakat, sekaligus tantangan dalam pengelolaan arus lalu lintas agar tetap aman dan lancar.

Terkini