Ramadhan 2026

15 Sunnah Rasulullah SAW untuk Maksimalkan Ibadah di Bulan Ramadhan 2026

15 Sunnah Rasulullah SAW untuk Maksimalkan Ibadah di Bulan Ramadhan 2026
15 Sunnah Rasulullah SAW untuk Maksimalkan Ibadah di Bulan Ramadhan 2026

JAKARTA - Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan kesempatan emas untuk memperbaiki kualitas diri. 

Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa bulan ini memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki bulan lainnya. Berdasarkan hadis riwayat Ahmad, Nasa’i, dan Baihaqi, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh berkah di mana pintu langit dibuka, pintu neraka ditutup, dan terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu malam.

Keistimewaan tersebut menjadi dorongan bagi umat Muslim untuk mengisi Ramadhan dengan amalan terbaik. 

Rasulullah SAW telah memberikan teladan melalui berbagai sunnah yang dapat dijadikan pedoman agar ibadah selama bulan suci semakin maksimal. Berikut adalah 15 sunnah Rasulullah SAW yang dapat diamalkan selama bulan Ramadhan.

Amalan Sosial dan Kepedulian

Memperbanyak Sedekah: Mengacu pada HR Tirmidzi, sedekah paling utama dilakukan pada bulan Ramadhan, terutama untuk membantu kaum dhuafa.

Memberi Makan Orang Berpuasa: Amalan ini mendatangkan pahala yang setara dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala aslinya.

Menjalin Silaturahmi: Menjaga hubungan baik dengan kerabat tetap menjadi prioritas meskipun ada perselisihan di masa lalu.

Ketiga sunnah ini menegaskan bahwa Ramadhan juga merupakan momentum memperkuat solidaritas sosial. Sedekah dan memberi makan orang berpuasa memperluas manfaat ibadah, sementara silaturahmi menjaga keharmonisan hubungan antarmanusia.

Ibadah Malam dan Pencarian Keutamaan

Menghidupkan Malam (Qiyamul Lail): Meliputi sholat Tarawih, Tahajud, zikir, dan doa. Rasulullah menjanjikan pengampunan dosa bagi mereka yang mendirikannya dengan iman.

Mendirikan Sholat Tarawih: Ibadah ini secara khusus menjadi sarana penggugur dosa masa lalu jika dilakukan dengan ikhlas.

I’tikaf di Masjid: Berdiam diri di masjid sangat dianjurkan, khususnya pada sepuluh malam terakhir bulan puasa.

Mencari Lailatul Qadr: Umat Islam dianjurkan berburu keberkahan malam ini pada tanggal-tanggal ganjil di akhir Ramadhan.

Ramadhan identik dengan suasana malam yang lebih hidup dibanding bulan lainnya. Rasulullah SAW mencontohkan kesungguhan dalam beribadah, terutama pada sepuluh malam terakhir. I’tikaf dan pencarian Lailatul Qadr menjadi puncak penghayatan spiritual yang sangat dianjurkan.

Interaksi dengan Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an: Mengingat Ramadhan adalah bulan turunnya kitab suci, memperbanyak tilawah menjadi amalan prioritas.

Mengkhatamkan Al-Qur’an: Menyelesaikan seluruh bacaan Al-Qur’an menjadi target ibadah yang sangat disarankan selama bulan ini.

Al-Qur’an memiliki kedudukan istimewa pada bulan Ramadhan. Rasulullah SAW memperbanyak interaksi dengan wahyu, menjadikan tilawah sebagai rutinitas harian. Banyak ulama menganjurkan agar umat Islam menargetkan khatam minimal satu kali selama bulan suci sebagai bentuk penghayatan terhadap kitab suci.

Sunnah dalam Sahur dan Berbuka

Mengakhirkan Sahur: Berdasarkan riwayat Zaid bin Tsabit, jarak ideal sahur Rasulullah dengan waktu Subuh adalah setara durasi membaca 50 ayat Al-Qur'an.

Menyegerakan Berbuka: Rasulullah menyebut kebaikan akan selalu menyertai mereka yang tidak menunda waktu berbuka puasa.

Berdoa Saat Berbuka: Ini adalah salah satu waktu mustajab di mana doa hamba yang berpuasa tidak akan tertolak oleh Allah SWT.

Sahur dan berbuka bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga mengandung nilai ibadah. Mengakhirkan sahur menunjukkan mengikuti tuntunan Nabi, sementara menyegerakan berbuka menegaskan ketaatan terhadap sunnah. Doa saat berbuka menjadi momen istimewa yang dianjurkan untuk dimanfaatkan sebaik mungkin.

Dzikir dan Taubat

Memperbanyak Tahlil: Membaca kalimat tauhid sebanyak 100 kali sehari berfungsi sebagai penghapus dosa dan pelindung dari godaan setan.

Berdzikir Tasbih, Tahmid, dan Takbir: Rangkaian dzikir ini, jika diakhiri dengan tahlil, diyakini dapat menghapus dosa sebanyak buih di lautan.

Memperbanyak Istighfar: Sebagai bentuk taubat, Rasulullah SAW mencontohkan untuk beristighfar antara 70 hingga 100 kali dalam sehari.

Dzikir menjadi penopang utama ketenangan hati selama Ramadhan. Rasulullah SAW memberi teladan dengan memperbanyak istighfar dan kalimat tauhid. Amalan ini tidak memerlukan waktu khusus, sehingga dapat dilakukan kapan saja sebagai penguat iman dan penghapus dosa.

Implementasi kelima belas sunnah tersebut diharapkan mampu mengubah rutinitas Ramadhan menjadi momentum transformasi diri dan penguatan iman yang menyeluruh. 

Ramadhan bukan hanya soal kuantitas ibadah, tetapi juga kualitas penghayatan dan konsistensi dalam menjalankan sunnah Rasulullah SAW.

Dengan meneladani amalan-amalan ini, umat Muslim dapat memaksimalkan potensi bulan suci sebagai sarana perbaikan diri. 

Setiap sunnah memiliki dimensi spiritual dan sosial yang saling melengkapi, sehingga Ramadhan benar-benar menjadi bulan penuh berkah sebagaimana ditegaskan dalam hadis Nabi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index