JAKARTA - Integritas dan kualitas menjadi harga mati dalam mencetak calon ulama dan intelektual muslim masa depan di Indonesia. Hal ini tercermin jelas dalam ketatnya proses penyaringan santri baru di salah satu madrasah unggulan tanah air. Pelaksanaan Tes Computer Based Test (CBT) dan wawancara Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) MAN Program Keagamaan (PK) Tahun 2026 di MAN 1 Yogyakarta pada Sabtu berlangsung tertib, profesional, dan penuh semangat. Proses ini bukan sekadar ujian rutin, melainkan upaya penyaringan berlapis untuk memastikan standar mutu pendidikan keagamaan tetap berada di level tertinggi.
Momentum seleksi ini semakin bermakna dengan hadirnya Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, H. Sidik Pramono, S.Ag, M.Si serta Ketua Tim I Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, Anita Isdarmini, S.Pd, M.Hum yang melakukan monitoring dan evaluasi secara langsung. Kehadiran para petinggi Kanwil ini menegaskan bahwa setiap tahapan dalam SNMB memiliki urgensi strategis dalam peta jalan pendidikan madrasah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Komitmen Transparansi dalam Pengawasan Langsung Kanwil
Dalam kunjungannya, Kabid Dikmad meninjau ruang-ruang ujian, memastikan kesiapan perangkat CBT, stabilitas jaringan, serta sistem pengawasan berjalan sesuai standar operasional prosedur. Pengawasan ini dilakukan secara mendetail untuk meminimalisir kendala teknis yang dapat menghambat konsentrasi para peserta. Ia juga berdialog dengan panitia dan peserta guna memastikan proses seleksi berlangsung objektif, transparan, dan akuntabel.
Langkah ini diambil demi menjaga marwah MAN PK sebagai institusi pencetak kader bangsa yang religius. “MAN PK adalah program unggulan Kementerian Agama. Seleksi harus benar-benar menjaring peserta didik terbaik, bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan komitmen keislaman,” tegasnya. Pesan ini menjadi pengingat bahwa aspek kognitif semata tidaklah cukup tanpa didampingi oleh fondasi spiritual yang kokoh.
Sinergi Manajerial demi Kredibilitas Madrasah
Senada dengan Kabid Dikmad, Ketua Tim I Bidang Pendidikan Madrasah turut mengapresiasi kesiapan teknis dan manajerial panitia di lapangan. Manajemen yang rapi menjadi indikator kesiapan MAN 1 Yogyakarta dalam menyelenggarakan agenda nasional. Menurutnya, sinergi antara madrasah dan Kanwil menjadi kunci dalam menjaga mutu proses penerimaan peserta didik baru agar tetap kredibel dan berintegritas. Tanpa kerja sama yang solid, sulit untuk menciptakan sistem seleksi yang benar-benar bersih dan kompetitif.
Dukungan dari pihak wilayah ini disambut dengan baik oleh pihak madrasah sebagai penyelenggara teknis di daerah. Sementara itu, Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edy Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan dari Kanwil Kemenag DIY. Pendampingan ini dinilai sebagai bentuk validasi atas kerja keras panitia lokal dalam menyiapkan sarana prasarana yang memadai.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan pendampingan dari Bapak Kabid dan Ibu Ketua Tim. Monitoring ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjaga kualitas, transparansi, dan profesionalitas dalam setiap proses seleksi,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa MAN 1 Yogyakarta menempatkan standar profesionalitas di atas segalanya dalam melayani calon peserta didik.
Pesan Inspiratif: Integritas di Atas Hasil Akhir
Di tengah ketegangan para peserta menghadapi layar komputer dan ruang wawancara, Kepala Madrasah juga menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta yang mengikuti seleksi. Baginya, kompetisi ini adalah media penempaan karakter sebelum mereka benar-benar terjun menjadi bagian dari keluarga besar madrasah.
“Anak-anakku, seleksi ini bukan hanya tentang diterima atau tidak, tetapi tentang proses belajar menjadi pribadi yang tangguh dan jujur. Tunjukkan kemampuan terbaik kalian dengan integritas. Di mana pun nanti kalian belajar, jadilah generasi yang berilmu, berakhlak, dan memberi manfaat,” pesannya. Kalimat motivasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kejujuran dalam berkompetisi merupakan nilai dasar yang harus dimiliki oleh setiap calon murid MAN PK.
Mencetak Generasi Unggul Berdaya Saing Global
Pelaksanaan SNMB MAN PK MAN 1 Yogyakarta 2026 menjadi gambaran komitmen madrasah dalam mencetak generasi unggul yang religius, moderat, dan berdaya saing global. Kurikulum keagamaan yang kuat dipadukan dengan penguasaan teknologi diharapkan mampu melahirkan lulusan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya.
Dengan sistem seleksi yang ketat dan pengawasan berlapis dari pihak Kanwil Kemenag DIY, madrasah memastikan bahwa setiap kursi yang tersedia benar-benar diisi oleh calon peserta didik terbaik bangsa. Keketatan seleksi ini diharapkan berbanding lurus dengan kualitas output yang akan dihasilkan setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun ke depan. MAN 1 Yogyakarta terus berupaya menjadi mercusuar pendidikan Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan prestasi akademik yang bermartabat.