Garuda Indonesia

Garuda Indonesia Optimistis Kinerja Tumbuh Positif di Musim Lebaran 2026

Garuda Indonesia Optimistis Kinerja Tumbuh Positif di Musim Lebaran 2026
Garuda Indonesia Optimistis Kinerja Tumbuh Positif di Musim Lebaran 2026

JAKARTA - Periode mudik Hari Raya Idulfitri 1447H/2026M menjadi momentum krusial bagi industri penerbangan tanah air untuk menunjukkan resiliensi dan pertumbuhan. Melalui sinergi kebijakan fiskal dan penyesuaian tarif, maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) optimistis mampu mencatatkan performa yang gemilang. Emiten maskapai penerbangan ini membidik pertumbuhan kinerja positif pada musim Lebaran 2026 seiring dengan insentif PPN ditanggung pemerintah (PPN DTP) hingga 100%, serta penyesuaian Passenger Service Charge (PSC) dan fuel surcharge.

Langkah ini dipandang bukan sekadar strategi musiman, melainkan bagian dari konsolidasi besar untuk memperkuat peran sektor aviasi sebagai penggerak utama ekonomi daerah dan konektivitas nasional. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Optimisme ini didukung oleh proyeksi penurunan harga tiket yang lebih kompetitif, sehingga mampu menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas untuk pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman.

Stimulus Fiskal dan Penyesuaian Harga Tiket Pesawat

Pemerintah hadir memberikan sokongan kuat melalui berbagai instrumen kebijakan guna memastikan mobilitas masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi. Wakil Direktur Utama GIAA, Thomas Oentoro mengatakan, dengan penyesuaian harga tiket Lebaran pada 2026 diproyeksikan berada pada kisaran 17%-18%, didukung oleh kombinasi insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100%, serta penyesuaian Passenger Service Charge (PSC) dan fuel surcharge.

Integrasi berbagai stimulus ini diharapkan menjadi katalisator bagi pemulihan industri penerbangan secara menyeluruh. Thomas mengharapkan kebijakan ini dapat menjadi fondasi berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem aviasi nasional. "Proyeksi volume penumpang Lebaran 2026 diharapkan menunjukkan tren positif yang mampu mendorong optimalisasi kapasitas dan jaringan penerbangan Garuda Group, dengan tetap mengedepankan standar keselamatan dan kualitas layanan," katanya.

Sinergi Lintas Sektor untuk Penguatan Ekonomi Daerah

Keberhasilan penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak hanya bergantung pada satu pihak, melainkan hasil kolaborasi antara regulator dan operator. Thomas meyakini sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar sektor penerbangan memperkuat peran sentralnya sebagai penggerak konektivitas, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi daerah. Efek domino dari mobilitas yang lancar akan terasa langsung pada geliat ekonomi di destinasi-destinasi tujuan mudik.

Secara keseluruhan, perseroan menyambut positif kebijakan pemerintah terkait penurunan harga tiket pesawat penerbangan kelas ekonomi untuk rute domestik. Dia berpendapat kebijakan stimulus ini turut mencerminkan konsolidasi kebijakan lintas sektor yang strategis dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta penguatan ekosistem aviasi nasional pada periode mudik Hari Raya Idulfitri 1447H/2026M. Menurutnya, kebijakan stimulus yang terkoordinasi ini mampu berdampak langsung bagi masyarakat.

Implementasi Teknis dan Perluasan Akses Layanan

Sebagai wujud kepatuhan terhadap regulasi terbaru, Garuda Indonesia telah mengambil langkah konkret dalam melakukan penyesuaian harga di seluruh saluran distribusi mereka. Lebih lanjut, Garuda Indonesia telah melakukan menyesuaikan harga tiket penerbangan kelas ekonomi pada rute domestik untuk pembelian melalui seluruh kanal penjualan mulai 10 Februari hingga 29 Maret 2026, dengan periode penerbangan 14–29 Maret 2026, sesuai ketentuan PMK No.4/2026, KP-DJPU 27 Tahun 2026, dan KM No.43/2026.

Langkah ini juga diikuti oleh entitas dalam satu grup guna menyasar segmentasi pasar yang berbeda, sehingga pilihan transportasi udara bagi masyarakat menjadi lebih variatif. Selaras dengan itu, anak usaha Garuda Indonesia Group, Citilink juga memberlakukan penyesuaian harga tiket penerbangan kelas ekonomi efektif 11 Februari 2026, guna memperluas aksesibilitas layanan transportasi udara dengan segmentasi yang saling melengkapi dalam Garuda Indonesia Group.

Refleksi Pencapaian dan Target Volume Penumpang

Optimisme tahun ini berpijak pada data pertumbuhan yang stabil dari tahun ke tahun. Garuda Group bertekad untuk melampaui capaian periode sebelumnya dengan memaksimalkan seat load factor. Lebaran tahun lalu, GIAA bersama anak usahanya, Citilink mengangkut total 1.560.233 penumpang atau sekitar 80% seat load factor dari total kursi yang disediakan sebanyak 1.930.085. Angkutan tahun ini naik 12,15% jika dibandingkan dengan periode peak season lebaran tahun sebelumnya yang berlangsung pada 3 April-21 April 2024, yaitu 1.391.217 penumpang.

Dominasi rute domestik tetap menjadi tulang punggung utama dalam distribusi penumpang tersebut. Jumlah total angkutan penumpang tersebut dikontribusikan dari penerbangan Garuda Indonesia sebanyak 766.251 penumpang yang terdiri dari 577.954 penumpang rute domestik dan 188.297 penumpang rute internasional. Lalu, Citilink 793.982 penumpang yakni 769.427 penumpang rute domestik dan 24.555 penumpang rute internasional. Dengan adanya stimulus harga, Garuda Group memproyeksikan angka-angka tersebut akan terus bergerak ke arah positif pada musim mudik 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index